:

Kata Hasto PDI-P soal "May Day" di Monas Diisi Acara Senang-senang

4 jam lalu

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ada sejarah yang dilupakan dalam perayaan Hari Buruh atau May Day di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) lalu.


Hal itu diungkapkan Hasto saat merespons pertanyaan awak media terkait perayaan May Day yang berisi acara senang-senang.


“Ada sejarah yang terputus terkait dengan membangun kesadaran nelayan, petani, buruh, dan juga rakyat yang terpinggirkan oleh sistem,” ucap Hasto di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026).


Hasto kemudian menegaskan bahwa PDIP senantiasa melakukan refleksi saat puncak perayaan Hari Buruh. Salah satunya seperti yang dilakukan di GOR Otista hari ini bersama buruh dari berbagai elemen. 


Hasto bilang, mereka mengajak para buruh untuk mengingat perjuangan yang sudah dilalui puluhan tahun lalu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.


“Karena itulah kesadaran itu yang dibangun oleh PDI Perjuangan, sehingga pemaknaan peringatan Hari Buruh itu juga kami maknakan sebagai upaya membangun kesadaran itu, agar rel kemerdekaan Indonesia, 81 tahun kita merdeka, buruh itu betul-betul menjadi orientasi kita bersama dengan rakyat,” tutur dia.


Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo 

Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo

Video: Dzaky Nurcahyo

Produser: Dandy Bayu Bramasta


#news #hasto #pdip #buruh #vjlab


Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke