JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono, menilai ada kesalahan mendasar dalam struktur pendidikan nasional.
Darmono menilai, jumlah universitas di Indonesia terlalu banyak dan tidak seimbang dengan kebutuhan industri.
Ia membandingkan dengan struktur pendidikan di Singapura yang dinilai lebih proporsional.
Menurutnya, sistem yang ideal justru menempatkan pendidikan vokasi sebagai tulang punggung tenaga kerja. Namun di Indonesia, kondisi justru terbalik.
Universitas menjamur, sementara pendidikan vokasi kurang diminati.
Darmono memahami, kondisi ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial di masyarakat yang masih menganggap gelar akademik sebagai simbol keberhasilan.
Fenomena ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat, tetapi juga pejabat.
Karena itu, Darmono menegaskan perlunya pembenahan sistem pendidikan agar selaras dengan kebutuhan nyata.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/v_WGJzK85iA
#pendidikan #presidentuniversity #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/666575/pendiri-president-university-bongkar-akar-masalah-pendidikan-di-indonesia-rosi