JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah budaya rekrutmen yang masih mengandalkan nilai akademik, kritik tajam datang dari pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono. Ia menilai, IPK tinggi bukan jaminan kesiapan kerja.
Setyono Darmono mengungkapkan, banyak perusahaan masih menjadikan IPK sebagai tolok ukur utama dalam merekrut karyawan baru. Namun, pendekatan itu dinilai keliru.
Menurutnya, fenomena ini bahkan bisa masuk dalam kategori tidak sadar akan ketidakmampuan diri.
“Ya, masih tau istilahnya tuh kalau mau sedikit cynical, ya, unconsciously incompetent, tidak sadar kalau masih bodoh. Sombong lagi, minta gaji tinggi lagi. IPK-nya bagus, tapi sebenarnya gak ngerti apa-apa,” katanya.
Ia menjelaskan, banyak lulusan baru baru menyadari kekurangannya setelah terjun langsung ke dunia kerja.
Tak hanya bicara soal kualitas SDM, Darmono juga mengungkap latar belakang berdirinya President University yang dirancang sejak krisis moneter 1997–1998.
Di saat banyak pengusaha fokus menyelamatkan bisnis, ia justru mengambil langkah berbeda: berinvestasi di bidang pendidikan.
Ia menilai, saat itu citra Indonesia di mata investor global sedang terpuruk.Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk membangun kembali kepercayaan.
Salah satunya, dengan membangun institusi pendidikan berstandar internasional.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/v_WGJzK85iA
#pendidikan #presidentuniversity #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/666573/kritik-tajam-dunia-kerja-dari-pendiri-president-university-ipk-tinggi-tak-jamin-kompeten