Iran menegaskan akan menargetkan kapal-kapal perang di kawasan, jika Amerika Serikat kembali melakukan serangan. Dugaan siasat AS sedang mengatur serangan itu senada dengan ucapan senator parlemen AS, Richard Blumenthal.
Kepada CNN, Kamis (30/4/2026), Blumenthal memperingatkan bahwa serangan militer AS ke Iran kemungkinan besar terjadi dalam waktu dekat, menyusul pengarahan Pentagon kepada Donald Trump yang bertujuan memaksa Teheran kembali bernegosiasi.
Meski skenario ini dirancang sebagai tekanan diplomatik, kekhawatiran besar muncul mengenai jatuhnya korban jiwa di pihak Amerika jika eskalasi ini benar-benar pecah. Keputusan kini sepenuhnya berada di tangan Trump, sementara Washington mulai menimbang risiko antara "kemenangan taktis" atau terseret ke dalam perang yang lebih luas.
Iran merespons dengan ancaman balasan "panjang serta menyakitkan" terhadap seluruh aset militer AS di kawasan Teluk, termasuk target spesifik pada kapal-kapal perang mereka.
Komandan Angkatan Udara Iran, Majid Mousavi, menegaskan bahwa armada Amerika kini memiliki kerentanan yang sama dengan pangkalan regional yang pernah mereka serang sebelumnya. Sebagai bentuk keseriusan, sistem pertahanan udara di Teheran dilaporkan telah aktif sejak 30 April 2026, menandakan bahwa Iran sudah dalam mode siaga penuh menghadapi potensi agresi udara.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Angelia Elza Berliana Sari
Produser: Marvel Dalty
Music: Battle Of The Beast - The Soundings
#global #konflik #Iran #Daylinews #DonaldTrump #AmerikaSerikat