Tim Basarnas bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan KRL VS Kereta Api Argo Bromo pada Senin (27/4/2026). Saat itu, personel sudah dalam kondisi siaga, sehingga tanpa menunggu lama mereka langsung menyiapkan peralatan dan menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Setibanya di lokasi, kondisi digambarkan sangat padat dan kacau. Banyak korban terjebak di ruang sempit, sebagian masih bisa berkomunikasi dan meminta tolong.
Di tengah situasi itu, petugas harus berpikir cepat menentukan langkah penyelamatan agar korban yang masih hidup bisa segera dikeluarkan.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim harus memilah prioritas penanganan, termasuk menghadapi kondisi korban yang terhimpit satu sama lain.
Dalam beberapa situasi, petugas terpaksa mengevakuasi korban yang telah meninggal lebih dulu untuk menjangkau korban yang masih bisa diselamatkan. Seluruh proses ini berlangsung hingga sekitar 12 jam.
Di balik kerasnya proses penyelamatan, ada momen yang membekas bagi tim. Jeritan minta tolong dari korban hingga permintaan sederhana untuk menyampaikan barang kepada keluarga menjadi pengingat bahwa setiap nyawa yang ditangani memiliki cerita.
Meski kelelahan dan tekanan emosional tak terhindarkan, tim Basarnas tetap bertahan demi satu tujuan yakni mengupayakan korban bisa kembali ke keluarganya.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Penulis Naskah: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#KecelakaanKereta
#Bekasi #ArgoBromoAnggrek
#KRLCommuterLine #InfoBekasi #vjlab #vjhunt