Isu yang menyebut perlintasan sebidang Ampera di Bekasi Timur dikuasai organisasi masyarakat (ormas) dibantah oleh relawan di lokasi. Erfan (40) menegaskan bahwa penjagaan dilakukan sepenuhnya oleh warga sekitar secara sukarela.
Sejak sebelum adanya palang pintu resmi, relawan sudah bergantian menjaga perlintasan dengan peralatan sederhana. Mereka mengatur arus kendaraan di tengah keterbatasan, demi mencegah kecelakaan di jalur kereta.
Pasca insiden kecelakaan kereta, kini perlintasan dilengkapi fasilitas lebih baik dan diawasi Dinas Perhubungan. Meski begitu, relawan tetap terlibat membantu pengamanan di lapangan.
Erfan memastikan tidak ada keterlibatan ormas dalam aktivitas di perlintasan tersebut. Ia menegaskan seluruh relawan adalah warga lokal yang menjaga secara mandiri demi keselamatan bersama.