Isu soal pelintasan Ampera di Bekasi Timur yang disebut dikuasai organisasi masyarakat (ormas) dibantah langsung oleh Pak Ogah di lokasi. Erfan (40) menegaskan, tidak ada keterlibatan ormas dalam aktivitas penjagaan di pelintasan tersebut.
Ia menyebut, sejak awal pelintasan dijaga oleh warga sekitar yang menjadi relawan secara mandiri.
Mereka bergantian mengatur lalu lintas dengan fasilitas seadanya, bahkan sebelum adanya palang pintu dan pengawasan resmi dari Dinas Perhubungan pasca kecelakaan KRL VS Kereta Api Argo Bromo.
Pasca kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026), kondisi pelintasan kini lebih tertata dengan adanya palang pintu dan pemantauan petugas Dishub Kota Bekasi.
Meski demikian, terlihat aksi Pak Ogah tetap berjalan membantu kelancaran arus kendaraan.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#KecelakaanKRL
#BekasiTimur #MasinisDiperiksa
#TabrakanKereta #ArgoBromoAnggrek #Vjlab