JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah krisis ekonomi 1997, pendiri President University Setyono Djuandi Darmono, justru mengambil langkah berbeda: berinvestasi di bidang pendidikan.
Sebagai pengusaha, Darmono menyadari betul bahwa tahun 1997 adalah masa krisis yang berat. Namun alih-alih fokus pada penyelamatan bisnis semata, ia melihat persoalan yang lebih mendasar.
Selama ini, Indonesia hanya mengandalkan tenaga kerja murah dan sumber daya alam.
Padahal, menurutnya, ke depan Indonesia harus mampu menawarkan sumber daya manusia yang terampil dan siap kerja.
Namun ia menilai, sistem pendidikan saat itu belum mampu menjawab kebutuhan industri.
Darmono bahkan mengungkapkan, dalam merekrut karyawan, ia tidak menjadikan indeks prestasi sebagai tolok ukur utama.
Selain kemampuan bahasa, pengalaman kerja dan eksposur internasional juga menjadi pertimbangan penting.
Tak hanya itu, Darmono juga menilai latar belakang dan pembentukan karakter sebagai faktor penentu.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/v_WGJzK85iA
#pendidikan #presidentuniversity #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/666372/cerita-pendiri-president-university-bangun-kampus-saat-krisis-ekonomi-1997-rosi