Presiden Donald Trump bersikeras melakukan blokade panjang, tapi nyatanya situasi di lapangan senjata itu terus mencekik warga Amerika Serikat. Harga bensin masih belum bisa dikendalikan Trump, dan ini kian memperburuk citranya dan partai Republik dalam pemilihan paruh waktu November 2026 mendatang.
Keputusan memperpanjang blokade ini muncul usai Trump disebut tak terima syarat Iran, Rabu (29/4/2026). Trump yang ingin melenyapkan program nuklir Iran malah dalam proposal Teheran tidak menempatkan syarat itu sebagai poin utama negosiasi.
Trump yang kesal kemudian memberi sinyal akan memperpanjang blokade maritim terhadap pelabuhan Iran tanpa batas waktu sebagai bentuk tekanan maksimal.
Para analis menilai AS seakan tidak belajar dari sejarah bahwa Iran adalah negara yang siap menderita demi mempertahankan kedaulatannya. Mereka sudah tahu menahan rasa sakit lebih lama dibanding AS yang saat ini lebih tercekik waktu dan gejolak dalam negeri.
Lantas, mengapa Trump tetap memilih blokade meskipun ekonomi negaranya mulai terengah-engah? Seberapa besar harga politik yang harus dibayar Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu mendatang?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti Produser: Marvel Dalty