Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons terkait kondisi empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah menyatakan bahwa keempat WNI tersebut dalam keadaan selamat.
"Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh oleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia, sejauh ini para ABK WNI yang berada pada kapal tersebut dalam kondisi baik," ujar Heni Hamidah dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/5).
Meskipun kondisi mereka dipastikan baik, Heni menekankan bahwa proses penanganan masih terus berjalan dengan sangat hati-hati. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan para kru tetap terjaga hingga konflik berakhir.
Upaya penanganan masih terus berlangsung melalui koordinasi otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI, tuturnya.
Heni menjelaskan, kapal MT Honour 25 tersebut membawa total 16 awak kapal. Selain 4 warga negara Indonesia, kapal tersebut juga diawaki oleh 10 ABK asal Pakistan, 1 ABK dari India, dan 1 ABK dari Myanmar. Pembajakan itu sendiri dilaporkan terjadi pada 22 April lalu di wilayah perairan sekitar Hafun, Somalia.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Abba Gabrillin
#WNI #Peristiwa #Perompakan #Somalia #Kriminal #News #vjlab