China ikut terseret dengan keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC, di tengah gejolak energi global. Pemerintah UEA mengumumkan akan resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei 2026.
Di saat perang di Iran mengguncang pasokan minyak dunia, langkah ini dinilai bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi juga sinyal perubahan arah politik UEA, yang mulai menjauh dari kepentingan kolektif negara-negara Arab.
Menurut peneliti senior di pusat kebijakan energi global Columbia University AS, Karen Young, langkah UEA hengkang dari OPEC merupakan upaya Abu Dhabi untuk menegaskan diri sebagai aktor independen di Timur Tengah.
Young mengatakan kebebasan ini memberi ruang bagi UEA untuk menjalin hubungan masa depan terkait energi yang lebih fleksibel dengan konsumen utama, terutama dengan China. Sebab, China saat ini berstatus sebagai importir minyak terbesar dunia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Angela Putri Defana
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Global #Konflik #Dailynews #China #UEA #UangChina #AbuDhabi #OPEC #NegaraARab #NegaraMinyakTimurTengah #TimurTengah
Music: Missing Persons - Jeremy Blake