China telah mendefinisikan ulang perang modern tanpa perlu melepaskan satu peluru pun melalui dominasi intelijen di langit dan kedalaman laut. Dengan lebih dari 640 satelit penginderaan jauh, perusahaan AI China kini mampu melacak pergerakan kapal induk dan pesawat pembom AS secara real-time, yang terbukti membantu Iran memetakan aset Pentagon.
Di bawah laut, China secara agresif melampaui produksi kapal selam nuklir Amerika dan membangun "Tembok Besar Bawah Laut" alias sebuah jaringan sensor berlapis dari satelit hingga observatorium dasar laut yang membuat armada kapal selam AS kini semakin sulit untuk beroperasi tanpa terdeteksi.
Kondisi ini menempatkan Washington dalam posisi rentan. Berbagai simulasi perang CSIS secara konsisten menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan bagi Pentagon.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty