BEKASI, KOMPAS.TV - Isak tangis keluarga serta kerabat mewarnai prosesi pemakaman seorang guru sekolah dasar yang menjadi korban tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Nurlaela, guru di SD Negeri Pejagan 11 Pulo Gebang, menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan antara KRL dengan kereta Argo Bromo Anggrek, Senin malam.
Almarhumah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari rumahnya di Cikarang Timur. Isak tangis mewarnai pemakaman.
Keluarga serta kerabat almarhumah tak kuasa meneteskan air mata saat jenazah almarhumah dikebumikan.
Keluarga menuturkan almarhumah rutin menggunakan KRL untuk berangkat dan pulang bekerja. Keluarga mendapat informasi terkait tabrakan kereta dari anggota damkar yang sedang melakukan evakuasi.
Almarhumah dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras dan peduli dengan sesama. Ia juga baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.
Kepergian Nurlaela sangat dirasakan keluarga dan kerabat. Ia meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Tabrakan Kereta, Basarnas: 100 Persen Korban yang Dievakuasi adalah Perempuan | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/665856/tabrakan-kereta-basarnas-100-persen-korban-yang-dievakuasi-adalah-perempuan-berut
#korban #kecelakaankereta #bekasi #krl #pemakaman
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/665858/tangis-iringi-pemakaman-guru-sd-korban-tabrakan-krl-dan-ka-argo-bromo-di-bekasi-timur-berut