Sikap keras kepala Iran terhadap program nuklirnya bukan sekadar ambisi energi, melainkan bentuk perlawanan atas sejarah panjang campur tangan Barat yang puncaknya terjadi pada penggulingan pemerintah mereka oleh CIA tahun 1953.
Di tengah ketegangan tahun 2026, Teheran memilih memperkuat aliansi dengan Rusia dan negara regional sambil menunda negosiasi nuklir dengan pemerintahan Donald Trump demi menjaga kedaulatan nasional mereka.
Bagi Iran, kemampuan memperkaya uranium sendiri adalah harga mati untuk memastikan kemandirian bangsa agar nasib mereka tidak lagi ditentukan oleh kebijakan politik Washington yang dinilai tidak konsisten.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Katarina Astriyani Setyaningsih Produser: Dandy Bayu Bramasta