Iran membuktikan ketangguhannya melalui strategi "colong start" dengan mengirimkan ratusan juta barel minyak ke perairan internasional sebelum blokade berlaku. Iran mengubah kapal-kapal tanker menjadi pangkalan apung di zona bebas hukum, sehingga proses penjualan minyak berlangsung aman. Hal ini pun berlangsung di sejumlah titik samudera di dunia.
Iran juga sudah menerapkan sistem tol di Selat Hormuz yang dibayar dengan mata uang Yuan. Dengan cadangan finansial, Iran diprediksi masih sanggup adu daya tahan dengan AS hingga selama mungkin.
Para analis bahkan memprediksi, AS bahkan kemungkinan tidak akan bertahan hingga Agustus 2026. Teheran berhasil mendikte alur peperangan ekonomi dan membuat strategi tekanan maksimum Washington tampak tumpul di lapangan.
Di sisi lain, Trump terjepit oleh tenggat waktu hukum 1 Mei 2026 dan risiko politik akibat lonjakan harga bensin menjelang pemilu November 2026. Terhimpit antara keharusan meminta restu Kongres dan potensi konflik dengan China sebagai pembeli utama minyak Iran, Trump kini berpacu dengan waktu sementara Iran hanya perlu bertahan hingga legitimasi politik sang Presiden habis dimakan tuntutan domestik.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #SelatHormuz #DonaldTrump #iranvsamerika