JAKARTA, KOMPAS.TV - Deputi Pengelolaan Program dan Jaringan KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) Erwin Suryana, mengatakan proyek reklamasi berpotensi memperberat beban nelayan.
Selain jarak tempuh yang bertambah, nelayan juga disebut menghadapi hambatan akses dan perubahan kondisi laut.
KIARA mencatat pembangunan di Teluk Jakarta berlangsung cukup masif. Menurut Irwin, terdapat puluhan izin pemanfaatan ruang laut di kawasan tersebut.
“Yang bisa kita sebut sebagai kegiatan reklamasi itu ada 29 PKPRL dan luasannya kurang lebih ada 2.233 hektare,” ungkapnya.
Menurutnya, proyek-proyek itu tidak seluruhnya berbentuk reklamasi, tetapi juga pengembangan kawasan wisata, pelabuhan, dermaga, infrastruktur, hingga proteksi pesisir.
Erwin menegaskan tanggung jawab tersebut melekat pada pengembang sebelum proyek dijalankan.
Menurut KIARA, pembangunan kawasan pesisir kerap tidak sejalan dengan kebutuhan warga pesisir dan nelayan tradisional.
Erwin menilai persoalan ini terjadi secara nasional, karena potensi reklamasi disebut terbuka di hampir semua provinsi di wilayah Indonesia.
“Ya kalau bilang dianaktirikan pasti iya ya, karena kemudian kita melihat bahwa upaya penyingkiran nelayan dari wilayah-wilayahnya itu justru lebih gencar ya,” katanya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/NXSpG-2dP8U
#nelayan #demo #tollaut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/665745/polemik-teluk-jakarta-kiara-sebut-nelayan-tersisih-proyek-jalan-terus-dipo-investigasi