JAKARTA, KOMPAS.TV - Nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, kembali menyuarakan dampak pembangunan reklamasi yang dinilai mengganggu mata pencaharian mereka.
Salah seorang nelayan, Wasran, mengatakan reklamasi membuat nelayan kecil kesulitan menangkap ikan.
Menurut Wasran, kawasan yang kini direklamasi sebelumnya merupakan lokasi tangkapan nelayan.
Ia menyebut nelayan dulu masih dapat menangkap berbagai hasil laut di sekitar pesisir.
Kini, nelayan harus bergerak lebih jauh ke tengah laut karena ikan disebut sudah tidak lagi berada di sekitar pesisir.
Saat ditanya waktu tempuh, Wasran menyebut perjalanan kini jauh lebih lama hingga tiga jam.
“Kalau sebelumnya kita paling satu jam lah. Paling jauh-jauhnya satu jam atau setengah jam kita keluar dari tempat itu, kita sudah bisa untuk menebar jaring,” ungkapnya.
Ketua Komunitas Nelayan Cilincing, Edi Kurniawan, juga menyoroti reklamasi yang dinilai semakin menutup ruang gerak nelayan.
Nelayan juga menyinggung tanggul beton yang sempat viral pada September 2025 dan disebut berdampak pada akses melaut.
Wasran menilai keberadaan tanggul tersebut ikut merugikan nelayan.
Pasca aksi demonstrasi nelayan pada 14 April 2026, komunitas nelayan mengaku telah menyampaikan surat berisi tuntutan, namun belum menerima tanggapan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/NXSpG-2dP8U
#nelayan #demo #tollaut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/665726/tiga-jam-cari-ikan-nelayan-cilincing-soroti-dampak-reklamasi-dipo-investigasi