JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Ketua Komunitas Nelayan Cilincing, Edi Kurniawan menuturkan akses melaut menyempit akibat pembangunan tol laut.
“Di sini kita merasanya itu kita tidak dikasih akses untuk keluar masuk yang enak buat nelayan. Jadi akses tembok kiri kanan 40 meter tapi ujungnya kecil jadi kayak corong,” katanya.
Menurut Edi, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama untuk berlayar mencari ikan. Pembangunan berdampak pada nelayan, seperti area tangkap lebih jauh hingga kebutuhan bahan bakar kapal meningkat.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu nelayan di Cilincing, Wasran. Wasran meminta akses keluar masuk nelayan untuk melaut jangan dipersempit. Sebab, hal ini berdampak pada modal bahan bakar yang mereka keluarkan dan pendapatan yang mereka terima.
Wasran mencontohkan, dulu dengan modal 200 ribu rupiah untuk membeli bahan bakar dan melaut, ia bisa mendapatkan 300-400 ribu rupiah. Tapi kini, dengan modal 400 ribu, menurutnya belum tentu bisa mendapatkan penghasilan lebih.
Sebelumnya sejumlah nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, menyuarakan keresahan terhadap pembangunan proyek di wilayah pesisir yang dinilai mengganggu aktivitas melaut.
Keresahan itu disampaikan melalui aksi demonstrasi di tengah laut pada 14 April 2026. Aksi ini diikuti puluhan nelayan menggunakan perahu.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/NXSpG-2dP8U
#nelayan #demo #tollaut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/665702/jeritan-nelayan-jakarta-utara-jalur-melaut-terganggu-proyek-pembangunan-apa-solusinya-dipo