Donald Trump terjebak dalam pola gertakan "ompong" yang diciptakan. CNN mencatat enam kali Trump menggertak dan ujung-ujungnya menunda ultimatum militer terhadap Iran tanpa hasil nyata. Hal ini justru membuat Teheran semakin yakin bahwa setiap keputusannya atas Selat Hormuz berhasil dan berada di jalur yang benar.
Sementara Iran mengandalkan daya tahan strategis selama puluhan tahun di bawah sanksi untuk menunggu lawan "berkedip" lebih dulu untuk mundur. Trump justru berpacu dengan waktu menuju batas legal 1 Mei 2026 di tengah kegagalan strategi ancaman militernya yang kini kehilangan kredibilitas di mata lawan.
Di dalam negeri, legitimasi Trump kian tergerus karena narasi konspirasi yang ia pupuk selama satu dekade kini berbalik menyerang dirinya dan mulai diragukan oleh pendukung setianya sendiri. Kegagalan memenuhi janji perang serta munculnya berbagai spekulasi liar di media sosial menciptakan ekosistem ketidakpercayaan yang tak lagi bisa Trump kendalikan, meninggalkan presiden dalam posisi terjepit antara tekanan ekonomi global dan runtuhnya kepercayaan rakyatnya sendiri.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Marvel Dalty