Kehadiran Artificial Intelligence (AI) kerap dipandang sebagai ancaman hingga mengubah cara kita bekerja. AI mungkin bisa membantu mengambil alih proses, tapi tidak dengan jiwa dari sebuah karya. Rasa, pengalaman, keresahan, hal-hal yang membuat karya terasa hidup tetap berasal dari manusia.
Faza Meonk, Creator Si Juki memaknai AI dengan batasan etis. Justru di era seperti ini, peran kreator bukan hilang, tapi berpeluang untuk semakin belajar, beradaptasi dan meningkatkan kreativitas.
Klik kode di bawah ini untuk mempermudah kamu:
00:00 Intro
00:39 Cerita Si Juki dari komik ke digital
13:17 Memakai AI dengan batasan etis
17:44 Yang nggak bisa digantikan oleh AI
22:29 Jadi seniman harus open minded
41:10 Negara harus punya grand plan industri kreatif
43:35 Ganti rezim, restart lagi
55:06 Asal usul Si Juki
57:02 Cara menciptakan keberuntungan
***
Eksekutif Produser: Oky Ivans
Produser: Rima Rismania
Asisten Produser: Handika Syukur Nur Alam
Kreatif: Adam Aulia Manzal Khan, Zianny Difayama
Penata Kamera: Frederikus Tuto Ke Soromaking, M. Iqbal Nur Ihsan
Penyunting Gambar: Banatias Nadhira
Tim Promosi: Brigitta V. Bellion
***
#beginu #wisnunugroho #fazameonk #sijuki #kompascom