:

Logika Berpikir Faza “Si Juki”: Ancaman Nyata AI untuk Seniman | BEGINU

3 hari lalu

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) kerap dipandang sebagai ancaman hingga mengubah cara kita bekerja. AI mungkin bisa membantu mengambil alih proses, tapi tidak dengan jiwa dari sebuah karya. Rasa, pengalaman, keresahan, hal-hal yang membuat karya terasa hidup tetap berasal dari manusia. 


Faza Meonk, Creator Si Juki memaknai AI dengan batasan etis. Justru di era seperti ini, peran kreator bukan hilang, tapi berpeluang untuk semakin belajar, beradaptasi dan meningkatkan kreativitas. 


Klik kode di bawah ini untuk mempermudah kamu:

00:00 Intro

00:39 Cerita Si Juki dari komik ke digital

13:17 Memakai AI dengan batasan etis

17:44 Yang nggak bisa digantikan oleh AI

22:29 Jadi seniman harus open minded

41:10 Negara harus punya grand plan industri kreatif

43:35 Ganti rezim, restart lagi

55:06 Asal usul Si Juki

57:02 Cara menciptakan keberuntungan

***
Eksekutif Produser: Oky Ivans

Produser: Rima Rismania

Asisten Produser: Handika Syukur Nur Alam

Kreatif: Adam Aulia Manzal Khan, Zianny Difayama

Penata Kamera: Frederikus Tuto Ke Soromaking, M. Iqbal Nur Ihsan

Penyunting Gambar: Banatias Nadhira

Tim Promosi: Brigitta V. Bellion


***
#beginu #wisnunugroho #fazameonk #sijuki #kompascom

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke