LEBANON, KOMPAS.TV - Asap tebal menyelimuti beberapa kota di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, setelah pasukan Israel melancarkan serangan udara di daerah tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut setidaknya 10 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan di Nabatieh.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel untuk melanggar gencatan senjata dan menyerang target Hizbullah secara agresif di Lebanon.
Israel disebut berupaya membangun zona keamanan di dalam wilayah Lebanon yang membentang dari perbatasan hingga Sungai Litani, yang mencakup sekitar 10 persen dari total luas wilayah Lebanon.
Sementara itu, ribuan warga di Lebanon selatan terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah meningkatnya ancaman serangan Israel. Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April, situasi masih sangat rapuh dan kerap dilanggar.
Warga mengaku khawatir menjadi korban serangan yang tidak membedakan antara warga sipil dan target militer. Kondisi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran untuk mencari tempat yang lebih aman.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Upaya Damai di Timteng Buntu, Menlu Iran Terbang ke Rusia Temui Putin | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/665556/upaya-damai-di-timteng-buntu-menlu-iran-terbang-ke-rusia-temui-putin-kompas-petang
#lebanon #israel #perang #hizbullah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/665558/warga-lebanon-berbondong-bondong-mengungsi-akibat-serangan-rudal-israel-kompas-petang