Biaya publikasi jurnal Open Access terindeks Scopus bisa tembus 20 sampai 60 juta rupiah. Angka yang fantastis ini memicu fenomena "Arisan Riset": beberapa orang patungan bayar APC (Article Processing Charge) agar namanya bisa masuk ke jurnal, meski tanpa kontribusi penelitian.
Menanggapi isu tersebut, Prof. Arif Satria selaku Kepala BRIN bilang, saat ini timnya sedang mengevaluasi KPI dan KKM agar publikasi tetap terjaga kualitasnya tanpa memberatkan kantong peneliti. Tak hanya itu, BRIN juga akan konsisten memberikan support dana APC untuk mengurangi beban para periset.
Siapa yang waktu sekolah suka nitip nama pas nugas?
#Naratama #NaratamaBRIN #BRIN #ProfAriefSatria #AmirSodikin #JurnalScopus #PublikasiJurnal