Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan minyak yang dibawa kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan dalam negeri.
Sugiono mengungkapkan kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz mengangkut kurang lebih 2 juta barel minyak.
Sugiono menjelaskan perbandingan tersebut disampaikannya supaya masyarakat tidak hilang gambaran secara proporsional.
Ia menegaskan keberhasilan pemerintah Indonesia menjaga suplai energi lebih besar daripada jumlah yang sekarang sedang tertahan di Selat Hormuz.
Saat ini, sambung Sugiono, Indonesia sudah mencari alternatif pasokan energi dari negara lain, seperti Rusia dan Amerika.