LEBANON, KOMPAS.TV - Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian PBB di Lebanon.
Prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia, gugur setelah hampir sebulan menjalani perawatan intensif di Beirut akibat luka berat terkena serangan artileri.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengaku sudah memberikan upaya medis terbaik untuk almarhum. Namun, karena luka berat akibat ledakan proyektil, nyawa Rico tak terselamatkan.
Merespons peristiwa yang kembali menimpa pasukannya, UNIFIL menegaskan bahwa serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah merilis hasil penyelidikan awal insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret tersebut. Menurut PBB, insiden pada 29 Maret disebabkan oleh tembakan tank Israel, sementara insiden pada 30 Maret disebabkan alat peledak rakitan yang kemungkinan dipasang Hizbullah.
Dengan wafatnya Rico, jumlah personel Indonesia yang gugur dalam rangkaian konflik di Lebanon bertambah menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga prajurit yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar. Seluruhnya gugur saat meningkatnya konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah.
Meski pemerintah Indonesia sudah mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan akuntabel atas insiden tersebut, keputusan negara untuk tetap mengirim TNI ke wilayah konflik dinilai sebagian pihak perlu dipertimbangkan kembali.
Dengan wafatnya Praka Rico, jumlah personel Indonesia yang gugur dalam rangkaian konflik di Lebanon bertambah menjadi empat orang.
Lalu, desakan dan tindakan proaktif apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mendorong PBB membuka hasil investigasinya atas gugurnya personel UNIFIL di Lebanon? Hal ini akan dibahas bersama anggota Komisi I DPR Fraksi PKB, Syamsu Rizal.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Warga Lebanon Lelah dengan Perang, Ungkap Israel Larang Pengungsi Pulang ke Selatan di https://www.kompas.tv/internasional/665229/warga-lebanon-lelah-dengan-perang-ungkap-israel-larang-pengungsi-pulang-ke-selatan
#prajurittni #tnigugur #unifil #lebanon #perang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/665239/full-lagi-prajurit-tni-gugur-saat-jalani-misi-perdamaian-di-lebanon-ini-respons-komisi-i-dpr