Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Israel-Lebanon diperpanjang selama tiga pekan.
Gencatan senjata itu diumumkan Trump lewat media sosial Truth, Kamis (23/6/2026).
Selama gencatan senjata tersebut, AS akan memberikan bantuan kepada Lebanon untuk menghadapi Hizbullah.
Dubes Israel untuk AS, Yechiel Leiter dan Dubes Lebanon Nada Hamadeh Moawad bereaksi atas perpanjangan gencatan senjata tersebut.
Keduanya menilai posisi Israel dan Lebanon tak pernah berdampingan melebihi hari ini.
Leiter juga berterima kasih kepada Trump dan JD Vance atas pertemuan yang menurutnya telah dinantikan selama beberapa dekade.