Presiden Donald Trump dalam keadaan sulit mencari cara untuk mengakhiri perang yang dia ciptakan sendiri. Perang Iran melawan AS kini sudah lebih dari empat minggu, tenggat waktu yang disebut Trump saat dimulainya serangan pada akhir Februari 2026 lalu.
Saat ditanya wartawan kapan perang ini akan usai, Trump malah 'meledak' dengan menuduh pertanyaan itu adalah hal yang memalukan. Trump menegaskan sudah menang dalam 4 minggu pertama, dan soal waktu akhir perang, presiden AS itu mengelak dengan menyebut tak ingin buru-buru
"Tapi saya tidak ingin terburu-buru. Anda tahu, karena setiap berita mengatakan, 'oh, Trump berada di bawah tekanan waktu.' Saya tidak. Tidak, tidak. Anda tahu siapa yang berada di bawah tekanan waktu? Mereka (Iran)," kesal Trump dalam pertemuannya dengan wartawan di ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (23/4/2026).
Padahal, Di sisi lain, Trump kini berpacu dengan "bom waktu" konstitusional dari War Powers Resolution yang membatasi operasi militer tanpa izin Kongres hingga tenggat 1 Mei 2026.
Trump terjebak dalam kebuntuan diplomatik, terpaksa memperpanjang gencatan senjata dengan Iran secara sepihak. Ancaman taktik perang asimetris Iran di Selat Hormuz benar-benar menyulitkan navigasi armada Amerika Serikat.
Struktur kepemimpinan Iran yang kini terdesentralisasi dengan sosok Mojtaba Khamenei sebagai perisai politik yang "tak terlihat" membuat perundingan macet karena tidak adanya otoritas tunggal yang bisa diajak bersepakat. Strategi "tanpa kepala" ini sengaja digunakan Teheran untuk mengulur waktu dan membiarkan tekanan ekonomi serta harga energi global balik mencekik posisi tawar Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #DonaldTrump #Amerika #Iran #IranvsAmerika #perang