China diam-diam mengamati dengan cermat setiap titik kritis senjata Amerika Serikat yang terukas selama perang di Iran. Perang tersebut memang menguras berbagai persenjataan canggih Washington, utamanya rudal presisi. Fenomena kelangkaan senjata ini menempatkan Washington dalam pilihan sulit antara terus menekan Iran atau menjaga kesiapan tempur di kawasan Pasifik.
AS hingga saat ini dilaporkan kekurangan rudal jenis THAAD, Patriot PAC-3, SM-3, SM-6, Tomahawk dan JASSM yang rata-rata terkuras di perang Iran.
Para ahli pertahanan China memperhitungkan bahwa AS bakal kesulitan memenuhi stok amunisi dan alutsistanya dalam waktu dekat. Hal ini akan menguntung Beijing jika perang di Indo-Pasifik terutama di kawasan Selat Taiwan terjadi dalam waktu dekat.
"Pangkalan industri pertahanan AS masih menghadapi masalah kapasitas produksi yang tidak mencukupi... kecepatan produksi mereka tidak akan pernah bisa mengejar tingkat konsumsi militer AS," ungkap Wei Dong Xu, analis militer China dikutip dari South China Morning Post, Kamis (23/4/2026).
Lantas, seberapa besar kerusakan pada inventaris pertahanan Washington akibat konflik di Timur Tengah? Apakah situasi ini benar-benar akan mengunggulkan posisi China dalam persaingan adidaya?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Muhammad Zaenuddin
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #ASvsChina #MiliterAS #MiliterChina
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/23/100251570/pentagon-ungkap-anggaran-militer-as-2027-siapkan-kapal-perang-canggih