Selat Malaka menjadi sorotan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Selat Hormuz. Jauh sebelum ketegangan di Timur Tengah, jalur laut di antara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand ini telah lama menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global, khususnya minyak.
Status strategis tersebut tak lepas dari posisi Selat Malaka sebagai jalur laut terpendek yang menghubungkan Timur Tengah dan Eropa dengan Asia Timur. Jalur sepanjang sekitar 900 kilometer itu menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dan gas menuju China, Jepang, dan Korea Selatan. Center for Strategis and Internasiona Studies (CSIS) mencatat hampir 22 persen perdagangan maritim dunia melintasi Selat Malaka.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Musayadah Khusnul Khotimah
Produser: Musayadah Khusnul Khotimah
Musik: Hopeful - Nat Keefe
#Global #Konflik ##cclabs ##DailyNews #SelatMalaka #RahasiaSelatMalaka #SelatMalakaJalurUratnadiPerdaganganGlobal