Memasuki penghujung April 2026, tanda-tanda peralihan musim mulai terlihat jelas.
BMKG memprediksi curah hujan di Indonesia cenderung menurun, seiring aktifnya angin timuran dan menguatnya sinyal menuju fenomena El Nino dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam pandangan iklim dasarian III April 2026 yang berlaku pada 21–30 April, BMKG mencatat curah hujan di Indonesia masih didominasi kategori menengah sebesar 72,60 persen.
Sementara itu, wilayah dengan curah hujan rendah mencapai 26,01 persen, dan hanya 1,39 persen wilayah yang masuk kategori hujan tinggi.
Kondisi ini menunjukkan meski hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah, intensitasnya mulai berkurang dibandingkan periode sebelumnya. Situasi ini menjadi indikasi awal peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
BMKG menjelaskan salah satu faktor utama perubahan pola cuaca adalah mulai aktifnya angin timuran. Angin ini umumnya membawa massa udara yang lebih kering, sehingga berkontribusi terhadap penurunan curah hujan.