Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan memperingatkan bahwa ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz saat ini adalah simulasi bagi potensi konflik yang jauh lebih besar antara Amerika Serikat dan China di Selat Malaka.
Sebagai urat nadi ekonomi yang mengalirkan hampir 80 persen kebutuhan energi China, Selat Malaka memiliki titik tersempit hanya 2 mil, jauh lebih rentan terhadap blokade dibandingkan Selat Hormuz.
Namun, kondisi yang selama dua dekade dikenal sebagai 'Dilema Malaka' kini diprediksi sedang bertransformasi menjadi 'Manuver Malaka', di mana China mulai membalikkan kerentanan tersebut menjadi kekuatan melalui operasi pemetaan dasar laut berskala besar untuk mempersiapkan medan tempur kapal selam.
Dan jika perang itu terjadi, Indonesia, Singapura dan Malaysia bisa jadi akan muncul sebagai senjata atau malah korban yang dimanfaatkan oleh China dan AS.
Sejauh mana ketegangan di Selat Malaka akan bereskalasi?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #ChinavsAmerika #ChinaAmerika #SelatMalaka #China #Amerika