Saat dunia bergantung pada China soal logam tanah jarang, satu negara muncul sebagai alternatif. Bukan negara Barat, bukan juga negara di Asia Tengah, tapi tetangga kita, Malaysia.
Kehadiran fasilitas pengolahan milik raksasa pertambangan Australia, Lynas, menjadi sinyal kuat bahwa Kuala Lumpur siap menantang dominasi Beijing dalam sektor mineral kritis.
Unsur tanah jarang merupakan bahan utama dalam berbagai produk teknologi tinggi, mulai dari ponsel pintar, mobil listrik, hingga perangkat kecerdasan buatan dan pesawat jet tempur. Dengan target penguasaan pasar sekitar sepuluh persen, Malaysia dinilai sudah mampu menjadi pemain baru yang memberikan alternatif bagi negara-negara Barat.
Lantas, seberapa besar dampak logam tanah jarang Malaysia dalam memecah dominasi China?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #LogamTanahJarang #Malaysia #China
Music: Sydney_s Skyline - ALBIS