Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di 2026 diperkirakan meningkat signifikan, seiring proyeksi kemarau panjang yang tidak biasa.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan Indonesia berpotensi menghadapi musim kemarau hingga tujuh bulan, dengan curah hujan terendah dalam 30 tahun terakhir.
Peringatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi dampak perubahan iklim, terutama risiko kebakaran di wilayah-wilayah rawan.
Menurut Hanif, musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung sejak April hingga November 2026, dengan puncak terjadi pada Agustus hingga September 2026.