Terusan Panama jadi alternatif bagi pelayaran kapal-kapal imbas blokade Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Hingga Selasa (21/4/2026), Terusan Panama mengalami lonjakan beban, di mana antrean panjang membuat perusahaan pelayaran nekat membayar kompensasi fantastis.
Salah satu kapal pengangkut LNG bahkan dilaporkan membayar 4 juta dolar AS (sekitar Rp64 miliar) hanya untuk mendahului antrean demi menghindari waktu tunggu lima hari. Di saat yang sama, Iran terus memamerkan kekuatan rudalnya di Teheran sebagai gertakan militer, mencatat setidaknya 25 titik serangan terhadap kapal tanker yang telah terjadi sejak awal Maret lalu.
Analis dari Sanober Institute, Qamar Cheema, menilai kebuntuan kesepakatan terjadi karena struktur kekuasaan Iran yang terdesentralisasi. Meskipun banyak pejabat tampil bicara di publik, otoritas mutlak berada di tangan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dan jajaran elite IRGC yang sering kali bekerja di balik layar tanpa eksposur media.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #Perang #IranvsAmerika #SelatHormuz