JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun menjelaskan pernyataannya yang menyebut Prabowo-Gibran sebagai beban bangsa.
Ubedillah menegaskan, kritik itu bukan serangan personal, melainkan evaluasi terhadap kemampuan pemerintahan mencapai target Indonesia maju.
Ia menyebut, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena pendapatan per kapita masih jauh dari syarat negara maju.
Menurut Ubedillah, persoalan etik dalam proses politik hingga kebijakan yang dinilai merugikan menjadi hambatan bagi daya saing Indonesia.
“Praktik kekuasaan atau keputusan-keputusan politik dalam satu tahun setengah ini justru mempersulit posisi Indonesia. Misalnya masuk ke BOP. Kemudian menandatangani agreement on reciprocal trade yang berbagai analis menyebutnya itu banyak merugikan negara. Kemudian remilitarisme,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko menanggapi kritik yang disampaikan Ubedilah harus dijawab lewat diskusi terbuka, bukan kriminalisasi.
Budiman menegaskan, pandangan Ubedillah merupakan undangan untuk debat sehat dalam demokrasi.
"Apa yang disampaikan oleh Pak Ubed tentang Pak Prabowo, Pak Gibran beban bangsa membawa cacat bawaan, bagi saya adalah sebuah undangan untuk diskusi yang menarik. Tidak selayak dilaporkan, layak untuk diperdebatkan,” katanya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/yuVpHkzEbTw
#saifulmujani #kritik #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/664667/polemik-kritik-saiful-mujani-hingga-ubedillah-budiman-sudjatmiko-tak-selayaknya-dilaporkan