KOMPAS.TV - Jarum jam terus berdetak menuju berakhirnya masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berakhir pada Rabu, 22 April mendatang.
Namun, tensi konflik antara keduanya justru makin memanas karena saling ngotot berebut Selat Hormuz.
Trump kekeh memblokade Selat Hormuz, sementara Iran langsung merespons dengan kembali menutup Selat Hormuz.
Tak berhenti di situ, Trump memperkeruh situasi dengan menyerang dan menyita secara paksa kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman pada Minggu, 19 April lalu.
Ketua Parlemen Iran mengecam blokade yang dilakukan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz. Selain dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata, Iran menilai blokade AS sebagai keputusan yang ceroboh dan tidak bijaksana.
Jelang gencatan senjata berakhir, Iran malah memberi isyarat menolak rencana negosiasi tahap dua.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, bilang sejauh ini Iran belum berencana duduk di kursi perundingan.
Meski keinginan gencatan senjata di Lebanon sudah dipenuhi, namun Iran punya ganjalan di Selat Hormuz.
Iran juga menegaskan selama masih berada di bawah tekanan dan ancaman, terutama terkait blokade di Selat Hormuz, Iran menolak bernegosiasi.
Sementara itu, Presiden Trump mengklaim komunikasi dengan Iran berjalan baik, bahkan ia menyebut kesepakatan besar sudah sangat dekat, meski Trump bilang pihak Teheran bersikap “agak lancang”.
Trump merujuk pada perubahan sikap atau taktik Iran yang dianggap mencari celah dalam negosiasi.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel menegaskan militer telah diinstruksikan untuk menggunakan kekuatan penuh di Lebanon, meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Militer Israel juga diperintahkan untuk menyisir dan menghancurkan ranjau yang diduga dipasang untuk melukai tentara IDF, serta menghancurkan rumah-rumah di desa dekat perbatasan yang berfungsi sebagai pos Hizbullah.
Mungkinkah ada keajaiban damai di tengah situasi perang yang sengit ini?
#iran #as
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/664394/sengit-detik-detik-gencatan-senjata-as-iran-berakhir-akankah-ada-keajaiban-damai-berut