MALANG, KOMPAS.TV - Usia yang tak lagi muda tidak menjadi penghalang bagi Poniti dan Supandri pasangan suami istri untuk menjalankan rukun islam kelima, ibadah haji ke tanah suci. Poniti yang kini berusia 96 tahun menjadi calon haji tertua di Kota Malang.
Ditemui di rumahnya kawasan Kidal Kabupaten Malang, dibantu kedua anaknya, Poniti melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat ke tanah suci. Diceritakan oleh Muhammad Zuhdi, anak dari Poniti, kedua orang tuanya sudah lama ingin berangkat ke tanah suci, namun karena terkendala biaya niatan tersebut belum sempat terwujud.
Menurut Zuhdi, ibunya yang sehari-hari berjualan singkong dan sayur di pasar menyisihkan uang hasil berdagang setiap hari. Setelah uang terkumpul, barulah Poniti dan Supandri mendaftar pada tahun 2020. Menurut Zuhdi, masa tunggu orang tuanya sebenarnya bisa lebih lama, namun karena sudah lanjut usia, keduanya bisa berangkat lebih awal dari jadwal sebelumnya.
"Sebenernya sudah lama, tapi kayak tidak mungkin karena buat makan saja susah jadi mana mungkin bisa berangkat haji." Kata Zuhdi.
sementara itu, Poniti yang tercatat sebagai calon haji tertua mengaku sudah menyiapkan diri terutama kondisi fisik. Setiap hari, Poniti memulai aktivitasnya berjalan kaki mulai jam 3 pagi. Hal ini ia lakukan agar kondisi fisiknya tetap prima selama menjalankan ibadah haji.
"Pagi pagi jam 3 jalan kesana sampai sana empat kali capek istirahat sampai ada tarhim salat subuh, salat subuh, yang ini ngajak terus saya tidak mau karena capek." Kata Poniti.
Poniti bersyukur di tahun ini dirinya bisa berangkat ke tanah suci bersama suaminya. Keluarga berharap keduanya bisa menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/664429/cerita-poniti-sisihkan-uang-hasil-jualan-di-pasar-untuk-berhaji