BMKG mengingatkan wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di zona pertemuan lempeng aktif atau subduksi yang memiliki potensi gempa bumi kuat dan tsunami.
Namun, BMKG menekankan informasi potensi tersebut tidak dapat diartikan sebagai prediksi kapan gempa akan terjadi.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG, Ardhianto Septiadhi menjelaskan, pemahaman terhadap potensi gempa menjadi langkah krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah rawan.
Ardhianto menegaskan, secara ilmiah gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi waktu kejadiannya secara pasti.
Namun, potensi gempa di suatu wilayah tetap bisa dikaji melalui pendekatan riset dan teknologi kebumian.