KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bersama Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison bertemu dengan terduga pengoplos elpiji subsidi.
Dari penuturan salah satu terduga, NN, tangannya terasa lebih kasar karena hampir setiap hari dipakai untuk mengangkat tabung gas elpiji yang berat dan berkarat.
NN mengaku sebelum menjadi pengoplos, dirinya bekerja serabutan.
Kemudian salah satu temannya yang merupakan sesama pengoplos menawarinya pekerjaan ini.
NN dibayar 5.000 rupiah per tabung atau total sekitar 300.000 rupiah per hari.
Menurut Edison, para pengoplos rata-rata beroperasi 4-5 hari dalam sepekan.
Terduga pengoplos elpiji mengaku praktik oplos dilakukan di kontrakan.
Sementara itu, terduga sopir mengatakan tabung isi elpiji oplosan diantar ke mobil angkutan, bukan ke pangkalan.
Ia mengaku tidak tahu asal tabung gas subsidi 3 kg selama ini ambil dari mobil angkutan.
Menurut Kapolsek, isi elpiji oplosan selalu kurang dari berat seharusnya dan merugikan konsumen.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/R5aR6gd_S9U
#gas #oplosan #subsidi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/664301/terbongkar-pengoplos-gas-subsidi-raup-rp-300-ribu-sehari-begini-cara-kerjanya-dipo-investigasi