KOMPAS.TV - Jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April, hubungan Amerika Serikat dan Iran justru memanas.
Kapal perusak Amerika Serikat dilaporkan menembak dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena diduga menghindari blokade. Sementara itu, Iran membalas aksi blokade Amerika dengan menutup kembali Selat Hormuz.
Dengan memanasnya hubungan kedua negara ini, apakah berarti perdamaian akan semakin sulit atau bahkan mustahil terwujud?
Kita bahas soal ini bersama sejumlah narasumber. Ada Fauzia Cempaka, Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, dan Yulius Purwadi, pakar hubungan internasional dari Universitas Parahyangan.