LEBANON, KOMPAS.TV - Jenazah anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon asal Prancis, Sersan Staf Florian Montorio, Minggu kemarin dipulangkan dari Beirut ke Prancis. Upacara militer digelar sebelum peti jenazah dibawa ke pesawat.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut Hezbollah bertanggung jawab dalam insiden ini. Dalam akun media sosialnya, Macron menulis:
“Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17 di Montauban tewas di Lebanon selatan dalam serangan terhadap United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Semua indikasi menunjukkan bahwa Hezbollah bertanggung jawab atas serangan ini.”
Namun pihak Hezbollah membantah terlibat dalam serangan terhadap personel UNIFIL tersebut.
Pasukan UNIFIL ini gugur saat gencatan senjata antara pemerintah Lebanon dan Israel telah disepakati.
Satu personel UNIFIL tewas di Lebanon saat gencatan senjata pemerintah Lebanon dan Israel tengah berjalan. Lalu bagaimana implikasi dari insiden tersebut terhadap proses gencatan senjata di Lebanon? Kita bahas bersama salah satu WNI di Lebanon, Irfan Afendi, dan pakar hukum internasional, Hikmahanto Juwana.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga [FULL] Freddy Damanik & Jubir Jusuf Kalla soal Makna Klaim JK Berjasa di Karir Politik Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/664211/full-freddy-damanik-jubir-jusuf-kalla-soal-makna-klaim-jk-berjasa-di-karir-politik-jokowi
#unifil #iran #lebanon #israel #hizbullah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/664214/prof-hikmahanto-wni-di-lebanon-soal-israel-hizbullah-saling-serang-di-tengah-gencatan-senjata