Masa gencatan senjata dua minggu yang dimulai sejak 8 April 2026 justru dimanfaatkan Iran untuk memulihkan kekuatan militernya secara kilat di bawah radar pantauan musuh. Laporan intelijen AS mengungkap bahwa Iran berhasil memulihkan lebih dari 60 persen sistem peluncur rudal dan 40 persen armada drone miliknya dengan memanfaatkan jaringan bunker bawah tanah yang tak tersentuh serangan.
Ketegangan kembali meledak saat Teheran memutuskan untuk menutup kembali Selat Hormuz hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dibuka, sebagai respons atas ketegasan Trump yang tetap ingin memblokade kapal-kapal Iran meski kesepakatan belum tuntas.
Di sisi lain, Amerika Serikat justru tengah mengalami krisis stok amunisi yang serius hingga terpaksa menunda pengiriman senjata kontrak ke sekutu-sekutu Eropanya seperti Estonia dan Lithuania. Meski Donald Trump tampil penuh optimisme di depan publik, pertemuan rahasia di Situation Room Gedung Putih menunjukkan kegelisahan mendalam karena negosiasi yang masih buntu.
Trump pun telah memberikan sinyal paling keras bahwa ia tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan siap kembali menjatuhkan bom jika Iran tidak menyerah pada syarat-syarat blokade total yang diajukan Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty