Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai kapal Pertamina yang tak bisa lewat Selat Hormuz imbas konflik Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Teheran menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Dilansir ANTARA, per 11 April lalu, dua kapal tanker Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di perairan Teluk Persia. Pertamina Pride terdeteksi di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sedangkan Gamsunoro tercatat di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Bahlil menyatakan pihaknya masih terus melakukan komunikasi intens dengan Iran.
"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Menlu (Menteri Luar Negeri), Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), itu juga kita lakukan terus," katanya, Senin (20/4/2026), dikutip dari video YouTube KompasTV.
Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #VODKompasTV