KOMPAS.TV - Di tengah kondisi geografis yang sulit dan curah hujan yang tinggi, anggota TNI dari Kodim 0710 Pekalongan bersama masyarakat terus bergotong royong membangun Jembatan Garuda di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran. Jembatan sepanjang 60 meter ini menjadi penghubung vital antara Desa Domiyang dan Desa Winduaji, yang akan memberikan manfaat bagi sekitar 2.500 jiwa.
Kehadiran jembatan diharapkan mampu memangkas jarak tempuh serta membuka akses ekonomi dan sosial masyarakat. Namun proses pembangunan tidak berjalan mudah.
Kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau membuat distribusi material menjadi tantangan besar. Untuk membangun pondasi, material harus didrop menggunakan tali sling menyeberangi lokasi yang berbahaya.
Cuaca ekstrem dan sulitnya akses menjadi kendala utama dalam proses pembangunan. Penggunaan tali sling menjadi solusi agar material dapat sampai ke titik pembangunan. Pembangunan jembatan merupakan program dari Presiden Prabowo agar tidak ada lagi daerah terisolir.
Sementara Kepala Dusun Domiyang, Sahir Muhroni, menyebut jembatan ini merupakan harapan warga untuk mempermudah akses menuju Desa Winduaji.
Dengan semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat, pembangunan Jembatan Garuda menjadi simbol kemanunggalan. Diharapkan jembatan ini menjadi penghubung sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
#jembatan #pekalongan #TNI
Baca Juga Damkar Evakuasi 2 Balita yang Terjebak 1 Setengah Jam di Kamar Mandi | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/664062/damkar-evakuasi-2-balita-yang-terjebak-1-setengah-jam-di-kamar-mandi-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/664063/tni-warga-gotong-royong-bangun-jembatan-gantung-di-pekalongan-jadi-akses-penghubung-antar-desa