KOMPAS.TV - Iran kembali menutup Selat Hormuz karena Amerika Serikat tetap memblokade pelabuhan Iran.
Penutupan kembali Selat Hormuz ini menjadi sinyal bahwa jalur diplomatik perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Lantas, apakah kedua negara akan kembali saling serang? Bagaimana seharusnya diplomasi dilakukan agar Selat Hormuz sebagai jantung energi 20 persen dunia kembali terbuka?
Sementara itu, Donald Trump yang terus memblokade Selat Hormuz disebut memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa pengguna jalur tersebut.
Kita bahas bersama narasumber yang sudah bergabung melalui sambungan daring, yaitu Dosen Hubungan Internasional BINUS University Tia Mariatul Kibtiah dan pakar Timur Tengah Smith Alhadar.