KOMPAS.TV - Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu reaksi keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Di tengah upaya perundingan yang tengah dibangun kembali, pernyataan Trump yang tegas dan bernada konfrontatif justru dinilai memperkeruh tensi konflik kedua negara.
Situasi ini membuat masa depan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran semakin tidak pasti. Apalagi, gencatan senjata yang bersifat sementara akan segera berakhir tanpa kepastian lanjutan pembicaraan.
Lalu, bagaimana arah strategi diplomasi kedua negara, dan apakah perundingan masih memiliki peluang untuk berhasil di tengah eskalasi yang terus meningkat?
Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Hasibullah Sastrawi.