JAKARTA, KOMPAS.TV - Upaya untuk mengungkap siapa aktor utama yang memerintahkan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, tampaknya bakal menemui jalan buntu.
Motif tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI disebut hanya sebatas dendam pribadi.
Motif dendam pribadi yang dimunculkan dalam berkas berita acara pemeriksaan seakan mengonfirmasi kecurigaan publik adanya upaya memutus rantai komando untuk melindungi aktor intelektual di balik serangan yang dinilai sistematis dan terorganisasi terhadap Andrie Yunus.
Lalu, bagaimana kelanjutan penyelidikan kasus ini? Simak selengkapnya pada tayangan berikut.