JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla merespons laporan dugaan penistaan agama, buntut potongan videonya saat ceramah di UGM.
Dalam keterangan persnya, Jusuf Kalla bilang laporan terhadap dirinya muncul setelah ia melaporkan Rismon Sianipar, dan meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya agar tidak menjadi polemik.
JK juga sempat menunjukkan tangkapan layar chat tim Rismon cs yang ingin bertemu dirinya, namun ia tolak.
JK bilang, permintaannya agar Jokowi menunjukkan ijazah sebagai saran agar polemik ijazah tidak berlarut.
Sebelumnya pada 9 April 2026, Jusuf Kalla melaporkan peneliti forensik digital Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri.
JK melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan bahwa dirinya menjadi pihak yang mendanai polemik ijazah Jokowi.
JK menegaskan tidak pernah terlibat dalam upaya pendanaan sebagaimana yang dituduhkan.
Sementara 12 April 2026, Jusuf Kalla dilaporkan DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, bersama sejumlah organisasi, ke polisi terkait dugaan penistaan agama dalam ceramahnya di UGM.
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia, Ahmad Ali menegaskan jika kader PSI yang melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, bertindak bukan atas nama ataupun arahan partai.
Ahmad Ali menegaskan laporan itu dilakukan sebagai perwakilan organisasi mereka.
Ahmad Ali juga berencana untuk mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan masalah.
Baca Juga JK Respons Laporan Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah, Singgung Polemik Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/663835/jk-respons-laporan-dugaan-penistaan-agama-saat-ceramah-singgung-polemik-ijazah-jokowi
#jk #ijazahjokowi #ugm
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/663872/respons-soal-laporan-dugaan-penistaan-agama-jk-ini-terjadi-usai-saya-minta-jokowi-tunjukkan-ijazah