Menjadi prajurit Korps Marinir bukan sekadar pilihan karier, tetapi ujian fisik dan mental yang ekstrem.
Selama 77 hari, para calon marinir digembleng dalam simulasi kondisi perang yang dirancang mendekati situasi tempur nyata.
Latihan ini menjadi tahap paling menentukan. Tidak semua peserta mampu menyelesaikannya, karena tekanan yang dihadapi mencakup kelelahan fisik, tekanan mental, hingga tuntutan disiplin tinggi dalam setiap fase pendidikan.