Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengumumkan negaranya secara resmi membuka Selat Hormuz.
Menurut Aragahchi, Selat Hormuz dibuka sesuai periode gencatan senjata di Lebanon.
Gencatan senjata di Lebanon efektif berlaku pada Jumat (17/4/2026). Iran sebelumnya mendesak Amerika Serikat (AS) dan Israel agar mengakui Lebanon sebagai wilayah yang masuk gencatan senjata.
Araghchi menyatakan sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas untuk seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz sepenuhnya dibuka selama periode gencatan senjata.
Usai pengumuman oleh Araghchi, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan Selat Hormuz telah dibuka.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut Selat Hormuz sepenuhnya dibuka dan siap untuk pelayaran penuh.