JAKARTA, KOMPASTV - Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemui lembaga pemeringkat dan investor global di Amerika Serikat mendapat apresiasi.
Namun, ekonom menilai upaya tersebut harus diikuti dengan pembuktian kinerja fiskal yang konkret.
Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menegaskan bahwa lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings tidak hanya melihat narasi kebijakan, melainkan sangat bergantung pada indikator angka.
“Lembaga rating itu sangat number driven. Semua harus dibuktikan dengan angka, bukan sekadar narasi,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara. Jika rasio tersebut terlalu tinggi, risiko penurunan peringkat kredit akan meningkat.
“Kalau rasio belanja bunga terhadap pendapatan di atas 15 persen, kemungkinan untuk downgrade akan semakin besar,” jelasnya.
Fakhrul menilai, hingga pertengahan tahun ini pemerintah perlu memastikan tren pembiayaan tetap terkendali, terutama agar beban bunga utang tidak terus meningkat.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa langkah komunikasi yang dilakukan Purbaya dengan International Monetary Fund, World Bank, serta investor global merupakan langkah yang tepat.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
Baca Juga BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 18-19 April 2026, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di https://www.kompas.tv/info-publik/663521/bmkg-keluarkan-peringatan-dini-cuaca-jabodetabek-18-19-april-2026-hujan-lebat-berpotensi-terjadi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/663532/saran-ekonom-ke-menkeu-purbaya-jaga-angka-bukan-sekadar-narasi